Domain, Subdomain, DNS
Apa itu domain, subdomain, dan DNS
Author : Celvine
Last Update : 23 February 2026

Pengertian dan Fungsi Domain
- Definisi: Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat IP (IP Address) sebuah server di internet.
- Fungsi: Memudahkan manusia mengingat alamat sebuah website.
- Analogi: Bayangkan IP Address itu seperti titik koordinat GPS (misal:
-2.9909, 104.7567). Sulit dihafal, kan? Nah, Domain itu seperti nama tempatnya: "Jembatan Ampera". Jauh lebih mudah diingat oleh otak manusia. Di smartphone, ini mirip seperti buku kontak: Anda menyimpan nama "Budi", bukan menghafal nomor telepon Budi yang panjang.
Struktur Penamaan Domain (TLD, ccTLD, gTLD)
Domain dibaca dari kanan ke kiri untuk melihat hierarkinya. Mari kita ambil contoh google.com. Bagian paling kanan (.com) adalah "ekor" atau level tertingginya.
- TLD (Top-Level Domain): Ini adalah ekstensi di akhir nama domain. TLD dibagi menjadi beberapa jenis utama:
- gTLD (Generic TLD): Ekstensi umum yang tidak terikat negara. Contoh:
.com(komersial),.org(organisasi nonprofit),.net(jaringan),.edu(pendidikan). - ccTLD (Country Code TLD): Ekstensi khusus untuk suatu negara, biasanya terdiri dari 2 huruf. Contoh:
.id(Indonesia),.uk(Inggris),.jp(Jepang). - Catatan Industri: Di Indonesia, penggunaan domain
.id(seperti.co.idatau.ac.id) membutuhkan verifikasi dokumen resmi (KTP/SIUP/SK). Ini membuatnya lebih terpercaya di mata pengguna dibanding.comyang bisa dibeli siapa saja secara anonim.
- gTLD (Generic TLD): Ekstensi umum yang tidak terikat negara. Contoh:
Pengertian Subdomain dan Contohnya
- Definisi: Subdomain adalah bagian dari domain utama yang berdiri sendiri, biasanya diletakkan di bagian depan (kiri) domain utama.
- Fungsi: Untuk membagi website menjadi beberapa bagian fungsional tanpa harus membeli domain baru.
- Contoh Kasus: * Domain utama Anda:
tokoku.com(berisi landing page profil perusahaan).- Aplikasi kasir (React) diletakkan di:
app.tokoku.com - API Backend (Node.js/Laravel) diletakkan di:
api.tokoku.com - Blog perusahaan diletakkan di:
blog.tokoku.com
- Aplikasi kasir (React) diletakkan di:
Pengertian Addon Domain
Istilah ini sangat sering muncul jika Anda menggunakan layanan Shared Hosting (seperti cPanel).
- Definisi: Addon domain adalah domain tambahan yang ditambahkan ke akun hosting yang sama, tetapi menampilkan website yang sepenuhnya berbeda.
- Mengapa ini ada? Untuk menghemat biaya! Daripada menyewa 3 server (hosting) untuk 3 website (misal:
web-a.com,web-b.com,web-c.com), Anda cukup menyewa 1 hosting, menjadikanweb-a.comsebagai domain utama, lalu memasukkanweb-b.comdanweb-c.comsebagai addon domain. Masing-masing akan diarahkan ke folder (directory) yang berbeda di dalam server tersebut.
Cara Kerja DNS dan Proses Resolusi DNS
Ini adalah bagian teknis terpenting di bab ini. DNS (Domain Name System) adalah buku telepon internet. Bagaimana cara kerja DNS mengubah google.com menjadi IP Address agar browser bisa memuat halamannya? Proses ini disebut Resolusi DNS.
Proses ini terjadi dalam hitungan milidetik. Perhatikan langkah-langkahnya (seolah-olah Anda mengetik www.kampus.ac.id di browser):
- Cek Cache Lokal (Browser & OS): Browser akan mengecek memori sementaranya (cache). "Apakah saya pernah ke
kampus.ac.idbaru-baru ini dan tahu IP-nya?" Jika tidak ada, ia bertanya ke Sistem Operasi (Windows/Mac). - DNS Resolver (ISP): Jika di komputer Anda tidak ada, permintaan dikirim ke DNS Resolver, yang biasanya disediakan oleh penyedia internet Anda (Telkomsel, Indihome, dll) atau public DNS seperti Google (8.8.8.8) dan Cloudflare (1.1.1.1).
- Root Server: Jika Resolver tidak tahu, ia akan bertanya ke Root Server (server tingkat paling atas di dunia). Root server berkata, "Saya tidak tahu IP persisnya, tapi karena belakangnya
.id, coba tanya ke TLD Server pengelola.id." - TLD Server: Resolver pergi ke TLD Server pengelola
.id. TLD Server berkata, "Oh,kampus.ac.id? Datanya ada di Authoritative Name Server milik kampus tersebut (misal: di-host di Cloudflare atau AWS Route53)." - Authoritative Name Server: Resolver akhirnya sampai ke server otoritatif ini. Di sinilah developer atau sysadmin kampus menyimpan DNS Record (seperti A Record yang berisi IP Address). Server ini menjawab: "IP-nya adalah
103.45.67.89!" - Koneksi Terjadi: Resolver memberikan IP tersebut ke browser Anda. Barulah kemudian browser melakukan Request HTTP ke IP
103.45.67.89tersebut.