History & Ignoring Files

Cara melihat riwayat perubahan (log), memeriksa detail perubahan (diff), dan menggunakan .gitignore.
Author : Celvine
Last Update : 26 January 2026

1. Melihat Riwayat Perubahan (git log, git diff)

Semakin banyak kamu bekerja, semakin panjang riwayat proyek kamu. Git menyediakan alat untuk menelusuri jejak tersebut.

A. Mengakses Riwayat Commit (git log)

Perintah ini menampilkan daftar commit yang pernah dilakukan secara kronologis (dari yang terbaru ke yang terlama).

Jalankan perintah ini di terminal:

git log

Apa yang akan kamu lihat? Setiap entri log menampilkan informasi penting:

  • Commit Hash: ID unik (deretan angka dan huruf acak) untuk commit tersebut.
  • Author: Siapa yang melakukan perubahan.
  • Date: Kapan perubahan dilakukan.
  • Message: Pesan yang kamu tulis saat git commit.

Tips Pro: Jika riwayat sudah sangat panjang, tampilan default mungkin terlalu penuh. Gunakan perintah ini untuk tampilan yang lebih ringkas (satu baris per commit):

git log --oneline

B. Melihat Detail Perubahan File (git diff)

git log memberitahu kapan dan siapa yang mengubah, tetapi git diff memberitahu apa isinya yang berubah.

Mari kita simulasikan sebuah perubahan:

  1. Buka file index.html yang kamu buat sebelumnya.
  2. Tambahkan satu baris teks, misalnya: <h1>Hello World</h1>.
  3. Simpan file tersebut.

Sekarang, jalankan:

git status

Git akan bilang file tersebut "modified". Tapi apa yang dimodifikasi? Cek dengan:

git diff

Penjelasan Output:

  • Baris dengan tanda + (biasanya hijau) adalah baris yang baru ditambahkan.
  • Baris dengan tanda - (biasanya merah) adalah baris yang dihapus.

Catatan: git diff hanya menunjukkan perubahan yang belum masuk ke Staging Area (belum di-git add). Jika kamu sudah menjalankan git add, gunakan git diff --staged untuk melihatnya.


2. Mengabaikan File (.gitignore)

Dalam pengembangan software, tidak semua file harus disimpan ke dalam Git. Ada file yang bersifat lokal, rahasia, atau hasil generate otomatis yang justru akan mengotori repository jika di-upload.

Contoh file yang harus diabaikan:

  • Folder node_modules (library eksternal yang ukurannya besar).
  • File konfigurasi rahasia seperti .env (berisi password atau API Key).
  • File log sistem atau file hasil compile (misal .log, .exe, .dist).

Untuk melakukan ini, kita menggunakan file khusus bernama .gitignore.

Langkah-demi-Langkah:

  1. Buat File .gitignore Buat file baru di root folder proyek kamu dan beri nama .gitignore (titik di depan itu penting).
touch .gitignore
  1. Edit File .gitignore Buka file tersebut dengan text editor dan tuliskan pola file yang ingin kamu abaikan. Contoh isinya:
# Mengabaikan folder dependency
node_modules/

# Mengabaikan file environment (SANGAT PENTING untuk keamanan)
.env

# Mengabaikan semua file dengan ekstensi .log
*.log

# Mengabaikan file sistem Mac/Windows
.DS_Store
Thumbs.db
  1. Verifikasi Coba buat file dummy, misalnya error.log.
touch error.log
git status

Jika konfigurasi benar, error.log tidak akan muncul di output git status. Git benar-benar mengabaikannya seolah file itu tidak ada.

Praktik Terbaik (Best Practice): Jangan pernah menambahkan file ke .gitignore setelah file tersebut terlanjur di-commit. .gitignore hanya bekerja efektif untuk file yang belum pernah dilacak (untracked) oleh Git. Jika file sudah terlanjur masuk Git, kamu harus menghapusnya dari indeks Git terlebih dahulu menggunakan perintah git rm --cached <namafile>.

On this page